Eni Sulistiowati Terpilih Menjadi Ketua Di Muswil RTIK Provinsi Jawa Tengah

Monday, 11 September 2017 / Daerah

KEBUMENKAB.GO.ID - Musyawarah Wilayah Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Provinsi Jawa Tengah digelar di Semarang, Minggu (10/9/2017), tepatnya di aula lantai 4 Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah.

Muswil dibuka oleh Kadiskominfo Provinsi Jawa Tengah, Dadang Sumantri. dan di hadiri perwakilan Diskominfo Kabupaten di Jawa Tengah dan RTIK. Dari Kebumen hadir Dewi Indri Astuti , Moch. Nasir (Diskominfo), Suryanto Noor Ahmad (RTIK) dan Arif Lukman Hakim (KAH)

Dalam sambutan, Dadang Sumantri mengharapkan kepada Relawan TIK berperan aktif dalam permasalahan semacam Grab Taksi, Gojeg, dan lainnya,  agar tidak menimbulkan keributan. Seperti kita ketahui  aplikasi semacam Grab dari luar, sedangkan putra-putri Indonesia juga produksi.

Muswil Berjalan Sukses

Dalam Muswil ini  terpilih menjadi Ketua RTIK Provinsi Jawa Tengah periode 2017-2021, Erni Sulistiowati menggantikan ketua sebelumnya, Mufid Masruhan. 

Dalam visinya, Erni bertekad untuk menjadikan Relawan TIK di seluruh Provinsi Jawa Tengah lebih bermanfaat buat masyarakat.

"Saya sendiri mengharapkan untuk teman-teman semua, ayo kita bareng-bareng bersama, istiqomah untuk relawan TIK, agar lebih bermanfaat," pesannya saat diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato keterpilihannya.

Dari 6 calon yang diajukan, Erni tampaknya memang lebih siap untuk memegang kepemimpinan Relawan TIK di Provinsi Jawa Tengah untuk periode 4 tahun ke depan.

"Saya sendiri dari Senin hingga Jumat, bahkan kadang Sabtu pagi ada (beraktivitas) di Semarang," katanya.

Muswil ini berlangsung sehari yang malam sebelumnya telah dilangsungkan sidang yang membahas agenda persidangan dan penetapan presidium persidangan. 

Selain memilih Ketua baru yang merupakan puncak dari musyawarah tersebut, Muswil juga menghasilkan putusan-putusan yang di antaranya untuk mulai membentuk inkubator bisnis yang menampung karya-karya dari pegiat di RTIK seluruh provinsi Jawa Tengah. Inkubator ini nantinya diharapkan dapat memandirikan organisasi tanpa harus bergantung dari pihak lain dalam pembiayaan-pembiayaan agenda organisasi (admin/syt).