Bawaslu Kabupaten Kebumen Gelar Rakor Pengawasan Pilgub/Wagub Jateng 2018

Thursday, 2 November 2017 / Daerah

KEBUMENKAB.GO.ID - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kebumen menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah stakeholder guna membahas tahapan dan pengawasan dalam pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah pada tahun 2018 di Hotel Candisari Karanganyar, Kamis (2/11). Rakor  diikuti puluhan peserta dari berbagai elemen masyarakat seperti jajaran OPD,  Kepolisian, Kodim, Kecamatan dan institusi terkait lainnya.

Ketua Panwas Kabupaten Kebumen, Maesaroh M.Ag mengatakan ada sejumlah materi yang dibahas dalam Rakor ini, diantaranya adalah mengenai tahapan pilkada 2018 yang meliputi persiapan dan penyelenggaraan, pendaftaran pasangan calon, sengketa TUN pemilihan, masa kampanye, pengadaan dan pendistribusian logistik, pemungutan dan penghitungan suara, penetapan pasangan calon terpilih, dan lainnya.

Dalam Rakor menghadirkan narasumber Yulianto S.Kom, M.Kom dari KPU Kebumen, Sri Sumanta SH.M.Hum dari Bawaslu Provinsi dan Kapolres Kebumen AKBP.Titi Hastuti S.Sos.

Dalam rakor terungkap bahwa pendaftaran pasangan calon gubernur/wagub mulai 8-10 Januari 2018. Penelitian syarat calon 10-16 Januari, bersamaan dengan penitian syarat pencalonan independen/perorangan. Penelitian administrasi dan analisa penduduk ganda 18-26 Januari, penelitian faktual di desa/kelurahan mulai tanggal 30 Januari-5 Februari 2018. Selanjutnya pengundian dan pengumuman nomor urut paslon pada 13 Februari 2018.

Terkait masa kampanye, untuk pelaksanaan kegiatan pertemuan terbatas, tatap muka, dan dialog mulai 15 Februari - 23 Juni 2018. Debat terbuka pada 15 Feb - 23 Juni 2018, kampanye melalui media massa cetak dan elektronik 10-23    Juni 2018, dan memasuki masa tenang serta pembersihan alat peraga/atribut pada 24-26 Juni 2018.

Sedangkan untuk pengadaan dan pendistribusian logistik, untuk pengadaan perlengkapan TPS mulai 17 Maret - 26 Mei 2018, produksi dan distribusi pada 11 April - 26 Juni 2018.

Yulianto dalam paparannya menegaskan bahwa  persoalan yang perlu diwaspadai adalah calon pemilih ganda atau pemilik KTP ganda. "Hendaknya ini menjadi perhatian kita semua agar tidak ada penduduk atau warga  yang terdaftar di beberapa partai. Verifikasi faktual harus dilakukan secermat mungkin," ujar Yulianto.  

Selanjutnya, AKBP Titi Hastuti berharap pada pelaksanaan pilkada nanti dapat berjalan dengan baik, aman dan lancar. "Tingkat kemiskinan Kabupaten Kebumen berada di peringkat dua se-Provinsi Jawa Tengah. Tentu hal ini sangat rentan menimbulkan konflik-konflik kepentingan. Karena itu kami dari Polri akan melakukan pengamanan dan keamanan seoptimal mungkin. Kepada Kapolsek se-Kabupaten Kebumen juga saya minta untuk mempelajari regulasi-regulasi yang dikeluarkan KPU. Dengan kerjasama yang sinergis, kami berharap pelaksanaan pilgub/wagub berlangsung aman, tertib dan lancar," ujar AKBP.Titi Hastuti S.Sos.(wie/mn)