Bupati Yahya Fuad Targetkan Shelter ODGJ Puskesmas Pejagoan Operasional Pada Desember 2017

Thursday, 2 November 2017 / Daerah

KEBUMENKAB.GO.ID -Bupati Kebumen Ir.HM.Yahya Fuad meminta kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Kebumen agar shelter atau rumah antara untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di RSUD lama dapat dioperasionalkan seoptimal mungkin pada pertengahan Desember 2017. Hal ini menjadi penting agar penanganan ODGJ di Kabupaten Kebumen dapat diselesaikan dengan cepat dan hasil yang baik.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati pada saat rapat koordinasi dengan jajaran OPD, Akademisi, serta instansi terkait lainnya guna membahas penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan penyusunan Peraturan Desa (Perdes) Kawasan Tanpa Rokok (KTR)  di Ruang Rapat Bupati area Setda Kebumen, Kamis (2/11). 

Menanggapi paparan Dinsos yang selama ini terkendala anggaran dalam penyediaan sarana dan prasarana bagi penderira ODGJ, Bupati mengarahkan agar dana pembangunan penyediaan shelter bagi ODGJ di RSUD lama menggunakan anggaran CSR. "Karena pada tahun ini kita tidak punya alokasi dana dari APBD, maka kita harus himpun dana dari CSR. Pada tahun 2018 mendatang kita bisa anggarkan pada APBD perubahan," jelas Bupati.

Bupati Kebumen Ir.HM.Yahya Fuad SE didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kebumen, dr.Hj.Rini Kristiani M.Kes, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) dan dr.Budi Satrio menjelaskan, pembangunan penyediaan sarana dan prasarana bagi ODGJ pada saat ini tak mesti harus serba baru. Kita manfaatkan ruangan-ruangan yang ada untuk di perbaiki dan dijadikan tempat yang cukup representatif bagi pasien ODGJ. "Berapapun besarnya dana yang terhimpun dari CSR nanti dipergunakan seefisien mungkin. Yang penting para pasien ODGJ di Panti Mbah Marsiyo dapat segera tertangani dengan baik setelah mendapatkan pengobatan di Puskesmas Pejagoan. Kita targetkan pada pertengahan Desember tahun ini shelter sudah bisa dioperasionalkan ," pinta Bupati.
 
Sebelumnya Kadinsos, Budi Satrio telah memaparkan bahwa pihaknya sudah melakukan evakuasi setiap minggunya sejumlah tiga orang ke Puskesmas Pejagoan. "Kita menginginkan mereka mendapatkan perawatan dan pengobatan dengan baik dan bisa sembuh dengan baik. Sehingga nantinya mereka bisa diberdayakan kembali untuk jadi manusia yang produktif. Untuk itu kami telah merencanakan dengan memberikan pembinaan dan pelatihan kepada pasien sembuh agar bisa kembali produktif," ujar dr.Budi Satrio.

Ada sejumlah program yang telah dan akan dilaksanakan oleh Dinsos Kebumen dalam penangangan ODGJ ini. Meski dr.Budi mengakui jika penanganan ODGJ adalah pekerjaan rumah terberat buat Dinsos. "Namun kami telah melakukan sejumlah program dalam penanganan ODGJ ini. Beberapa kegiatan yang telah kami lakukan adalah  evakuasi ODGJ  yang  dilakukan setiap minggunya ke Puskesmas Pejagoan dan  mempersiapkan tenaga-tenaga sukarelawan untuk rumah singgah  ODGJ, serta merencanakan pengembangan  terapi kerja dan pelatihan-pelatihan bagi ODGJ pasca pengobatan yang bekerjasama dengan dinas terkait," ungkap dr.Budi Satrio.

Sedangkan Kepala Dinkes dr. Hj.Rini Kristiani M Kes mengatakan pihaknya telah memberikan pelayanan kesehatan standar minimal bagi penderita ODGJ. "Kami sediakan pelayanan kesehatan dan pengobatan bagi ODGJ di 35 Puskesmas, serta peningkatan akses pelayanan bagi penderita ODGJ. Kami berkomitmen untuk Kabupaten Kebumen bebas pasung bagi penderita ODGJ," ujar dr. Rini.(admin/mn)