Aplikasikan Nilai Pancasila Itu Secara Utuh Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Monday, 13 November 2017 / Daerah

KEBUMENKAB.GO.ID - Seluruh lapisan masyarakat Kebumen agar memahami Pancasila bukan sekadar tekstualnya saja, akan tetapi dapat mengimplementasikan isi Pancasila  secara utuh demi menjaga dan mempertahankan  Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Demikian pesan  

Wakil Bupati Kebumen KH.Yazid Mahfudz saat membuka acara sarasehan peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa bertajuk "Pencasila sebagai Paradigma Bangsa Indonesia dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara di Hotel Candisari Karanganyar, Senin (13/11).

Wabup KH.Yazid Mahfudz mengatakan, ditengah tantangan kehidupan yang semakin komplek mengharuskan kita mengenal dan kembali pada jati diri kita sebagai bangsa yang ber-Pancasila. Pancasila tak hanya sebagai dasar negara, namun juga sebagai jiwa dan kepribadian bangsa,  pandangan hidup bangsa dan ideologi negara.

"Era globalisasi mampu meruntuhkan karakter budaya bangsa dalam mempertahankan kesatuan bangsa dan negara. "Jadi sangat penting untuk kita semua dapat melestarikan Pancasila sebagai perekat bangsa," ujar Wabup KH.Yazid Mahfudz.

Wabup menilai, kebhinekaan bangsa Indonesia dalam bingkai kesatuan dan persatuan merupakan modal dasar dalam meningkatkan kesejahteraan yang berketuhanan di masa depan, dengan mengedepankan prinsip-prinsip toleransi dan kebebasan yang bertanggung jawab.

"Membangun bangsa dan negara tak hanya dengan kata-kata yang tertuang dalam Pancasila, bukan sekadar pemahaman tekstual akan tetapi bagaimana memberi arti yang benar  dari isi Pancasila. Bagaimana membuat Pancasila hidup, diresapi dan dilaksanakan secara bersungguh-sungguh oleh seluruh Bangsa Indonesia," papar Wabup KH.Yazid Mahfudz.

Sedangkan terkait dengan akan dilaksanakannya pemilihan gubernur dan pilpres pada tahun 2018 dan 2019 mendatang, Wabup berpesan kepada seluruh masyarakat Kebumen agar selalu menjaga iklim kondusif berdemokrasi, dewasa berpolitik dan mengedapankan persatuan dan kesatuan bangsa.

Acara sarasehan ini diikuti sekitar seratusan orang dari berbagai unsur seperti  kepala desa, jajaran perwakilan OPD dan unsur masyarakat lainnya.(admin/mn)