Pemurnian Bibit Genjah Entok

Wednesday, 10 January 2018 / Daerah

KEBUMENKAB.GO.ID - Upaya pemurnian pembibitan kelapa Genjah Entok di Dukuh Banjaran, Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, dilakukan dengan menebang pohon kelapa selain Genjah Entok. Hasil pemurnian, diharapkan bibit kelapa Genjah Entok dari Banjaran lolos sertifikasi.

Pembibitan dan penangkaran bibit kelapa Genjah Entok sudah dilakukan sejak tahun 1996 oleh Kelompok Tani Kelapa di Dukuh Banjaran, Desa Bojongsari, dengan ketua Ahmad Subandiono. “Untuk tahap awal, pemurnian dilakukan dengan menebang 100 batang pohon kelapa selain jenis Genjah Entok. Peremajaan juga sudah dilakukan dengan menanam pohon kelapa Genjah Entok di lahan milik warga,” jelas Ahmad Subandiono, Rabu (10/1).

Kelapa Genjah Entok memiliki banyak keunggulan dibanding pohon kelapa jenis lain. Menurut Ahmad Subandiono, selain waktu berbuah yang tidak begitu lama, hanya 3-4 tahun dengan tinggi pohon hanya berkisar 2,5-3 meter. Bahkan Subandiono memiliki pohon kelapa Genjah Entok yang tingginya hanya 1,5 meter namun sudah berbuah lebat.

Keistimewaan lain, buahnya lebat dengan bentuk buah yang besar, daging buah tebal, serta menghasilkan santan yang banyak dan kental. “Nira pohon kelapa Genjah Entok juga sangat baik untuk membuat gula jawa,” ujarnya.

Di rumahnya, ada ratusan butir kelapa Genjah Entok yang sedang dibuat bibit. Selain dari pohon kelapa milik kelompok, bibit juga diperoleh dari warga setelah dipastikan kualitasnya baik. Satu bibit Genjah Entok dijual dengan harga Rp 15.000. Pembeli bibit Genjah Entok tidak hanya dari Kebumen, namun juga dari luar daerah.

Kakek 8 cucu ini berbagi tips bagaimana membedakan pohon kelapa Genjah Entok dengan pohon kelapa jenis lain. “Lihat batang pohonnya, kalau kelapa Genjah Entok batangnya sama besar dari bawah hingga pucuk. Berbeda dengan pohon kelapa jenis lain, yang besar di batang bawah dan mengecil di atas,” ungkap Ahmad Subandiono.(admin/rth)