Tarawih Silaturrahim Putaran II, Kyai Fathurohman : Memetik Hikmah Menuai Berkah

Tuesday, 22 May 2018 / Berita Terkini

KEBUMENKAB.GO.ID - Tarawih silaturrahim (Tarhim) Ramadhan 1439 H Tingkat Kabupaten Kebumen yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen berlangsung khidmat semalam (Selasa, 22/05/2018). 

Shalat tarawih yang diimami oleh KH Ngasifudin, S.Ag itu, selain diikuti oleh Plt Bupati beserta segenap jajaran Forkopimda, hadir pula Kepala Kantor Kemenag Kebumen, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Kabag, Camat dan Tokoh Agama serta masyarakat umum. 

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati KH Yazid Machfudz menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan belanja kebutuhan secara berlebih. Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya gejolak harga. 

Kepada OPD berwenang, Plt Bupati menginstruksikan untuk lebih intens melakukan pengawasan terkait harga dan kelaikan komoditas. "Jangan sampai barang yang sudah kadaluwarsa masih beredar di pasaran, sehingga masyarakat tidak dirugikan," tegasnya. 

Sementara itu, dalam tausiah singkatnya, Fathurahman mengajak jamaah untuk jeli menangkap hikmah yang terkandung dalam setiap peristiwa. 

Dai asal Desa Jogosimo Kecamatan Klirong ini mencontohkan kisah dikeluarkannya Adam dan Hawa serta terusirnya Iblis dari surga. 

Menurut dai yang juga berkarir di Kemenag Kebumen ini, sekalipun sama-sama dikeluarkan dari surga, namun ada perbedaan yang sangat mendasar. Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga karena dorongan nafsu yang menyebabkan kelalaian dan adanya tipu daya iblis. Sementara iblis diusir dari surga lantaran kesombongan yang mendasari keingkarannya. 

Dan sekeluarnya dari surga, iblis meneruskan perangai membangkangnya dengan mengancam akan menyesatkan sebanyak-banyaknya keturunan Adam. Sementara, Adam segera menyadari kelalaiannya dan memohon ampun, Robbanaa dzollamna anfusana wa illam taghfirlana wa tarhamna lanakuunanna minal khaasiriin.

Menutup tausiahnya, Fathurahman mengatakan, bahwa orang yang baik bukanlah orang yang tidak memiliki kesalahan. Namun orang yang baik adalah orang yang segera menyadari dan mengakui kesalahannya, berusaha bersungguh-sungguh memperbaiki diri dan bersegera memohon ampunan Alloh. (imsuk/adm)