Wabup Kebumen KH.Yazid Mahfud Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi

Tuesday, 2 October 2018 / Berita Terkini

KEBUMENKAB.GO.ID - Wakil Bupati Kebumen, KH.Yazid Mahfud membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas (PKTKP) Angkatan VI Tahun 2018 di Aula UPTD Unit Balai Latihan Kerja Disnaker KUMK Kebumen, Selasa (2/10). Pelatihan diikuti 128 peserta yang terbagi menjadi 8 paket kejuruan dengan masa pelatihan antara 20 hingga 45 hari.

Wabup KH.Yazid Mahfud dalam sambutan mengatakan ada 3 faktor yang sangat menentukan dalam dunia kerja maupun wirausaha. Ketiga faktor tersebut adalah, pertama penguasaan ilmu pengetahuan, kedua memiliki ketrampilan yang mumpuni, dan ketiga adalah memiliki sikap atau perilaku yang baik.

"Untuk itu saya meminta kepada anak-anaku semua agar nengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya dan menjunjung tinggi sifat dan perilaku yang jujur," pesan Wabup.

Wabup KH.Yazid Mahfud juga menjelaskan, saat ini di Kabupaten Kebumen sedikitnya ada 15 ribu orang pencari kerja. Untuk mengatasi hal ini pemerintah kabupaten tak hanya meberikan pembekalan pengetahuan, ketrampilan namun juga tengah berupaya untuk mendorong investor masuk Kebumen.

"Sudah ada beberapa investor yang masuk Kebumen dan sedang dalam proses pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur jalan. Kita harapkan tahun depan sudah dapat dibangun pabrikan yang dapat menyerap tenaga kerja dari masyarakat Kebumen. Jadi nanti anak-anakku tak perlu lagi bekerja di luar Kebumen," jelas Wabup.KH.Yazid Mahfud.

Pada kesempatan yang sama Kadisnakerkop UMKM Kebumen, Dwi Sulianto berharap peserta nantinya dapat mengaplikasikan ilmu yang di dapat baik untuk wirausaha maupun dunia kerja. "Dengan membekali ilmu pengetahuan, keterampilan dan  perilaku atau sikap kerja yang baik maka peserta nantinya dapat bekerja di industri ataupun menjadi wirausahawan yang baik pula," harap Dwi Sulianto.

Dwi menjelaskan, pelatihan yang diikuti 128 peserta ini dibagi menjadi 8 paket kejuruan.  Ada pun ke-8 paket itu meliputi kejuruan office tool dan pengolahan hasil pertanian dengan masa pelatihan selama 160 jam pelajaran atau 20 hari. Kejuruan TKR,TSM, menjahit 1 dan 2 serta batik tulis dengan masa pelatihan 240 jam atau 30 hari. Sedangkan masa pelatihan paling lama adalah kejuruan las industri selama 360 jam pelajaran atau 45 hari. 

"Tenaga pengajar pada PBK berasal dari Tim Instruktur BLK serta  Instansi/lembaga terkait. Para peserta nanti akan mendapatkan sertifikat sebagai penunjang untuk memasuki dunia kerja maupun wirausaha," tutup Dwi Sulianto.(mn)