Masyarakat Harus Waspadai Bahaya Rokok Ilegal

Monday, 29 October 2018 / Berita Terkini

KEBUMENKAB.GO.ID - Pemerintah Kabupaten melalui Bagian Perekonomian Setda menyelenggarakan Sosialisasi Ketentuan Cukai Hasil Tembakau di Hotel Candisari Karanganyar, Senin (29/10). Sosialisasi dihadiri 100 peserta terdiri dari pelaku usaha, pedagang rokok, petani tembakau, puskesmas kecamatan, perwakilan OPD serta menghadirkan narasumber Wahyu Jaya Sembodo dari Biro Perekonomian Setda Propinsi Jawa Tengah, Silfia Ratna Indrawati dan Sasongko Dewanto dari KPPBC Type Madya Pabean C Cilacap.

Dalam sosialisasi ini diungkap sejumlah materi terkait penggunaan DBHCHT dan ketentuan cukai, penanganan peredaran rokok ilegal serta sanksi hukumnya.

Silfia Ratna Indrawati usai sosialisasi kepada IN Fm mengatakan, masyarakat hendaknya tetap mewaspadai terhadap risiko dari peredaran dan perdagangan rokok ilegal. Rokok ilegal adalah produk rokok yang melanggar Undang-undang Cukai dan dapat diancam hukuman pidana hingga lima tahun penjara.

"Ada beberapa ciri umum rokok ilegal seperti merek tidak dikenal, tidak ada nama pabrik rokok, merek mirip dengan produk rokok resmi, dan dijual dengan harga sangat murah," ungkap Silfia.

Silfia juga menegaskan, berdasarkan UU No.39 tahun 2007 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai dalam Pasal 2 ada sejumlah sanksi atas penyalahgunaan. Sedikitnya ada empat pasal yang menegaskan tentang cukai ini, yakni Pasal 29 ayat 2a, Pasal 54, 55 dan 58.

Pada Pasal 54 disebutkan, setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai dipidana dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan/atau pidana paling sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak sepuluh kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.(mn)