Kebumen Deklarasikan Stop BABS

Monday, 3 December 2018 / Berita Terkini

KEBUMENKAB.GO.ID - Sebanyak 109 dari 460 desa/kelurahan di 26 Kecamatan se-Kabupaten Kebumen mendeklarasikan  Stop Buang Air Besar Sembarangan atau  Stop BABS di Hotel Mexolie Kebumen pada Senin 3 Desember 2018.  Sampai Desember tahun ini,  total desa di Kebumen yang sudah mendeklarasikan stop BABS  mencapai 223 desa atau baru 48 persennya.

Kepala Dinkes Kebumen dr.Hj.Rini Kristiani M.Kes dalam laporan kegiatan  mengatakan, prosentase yang relatif masih kecil ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan pada tahun 2019. Sebab pada tahun tersebut Indonesia sudah harus mencapai Universal akses.

dr. Hj.Rini Kristiani juga menjelaskan, 
stop BABS adalah salah satu dari lima pilar program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Melalui deklarasi ini diharapkan pada 2019 seluruh masyarakat desa di Kebumen khususnya sudah tidak lagi membuang air besar di sembarang tempat. Dengan memiliki sanitasi yang baik dan sehat, maka dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit seperti  diare, thypoid, penyakit kulit dan lain sebagainya yang berbasis lingkungan.

dr.Hj.Rini Kristiani M.Kes meminta kepada masyarakat agar berkomitmen  meningkatkan derajat kesehatan sebagai  tanggung jawab bersama, serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

Usai sambutan Kadinkes, deklarasi dibacakan oleh sejumlah perwakilan desa, dan disaksikan Sekda Kebumen H.Ahmad Ujang Sugiono SH, perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Dinkes Propinsi Jawa Tengah, serta jajaran instansi terkait lainnya.

Pada akhir acara, Sekda Kebumen H.Ahmad Ujang Sugiono dalam sambutannya mengatakan, dengan memiliki derajat kesehatan yang tinggi maka dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu setiap pemerintah desa/kelurahan sudah semestinya secara kontinu memberikan penyadaran kepada masyarakatnya tentang arti penting sanitasi yang baik dan sehat.
 
Dalam acara deklarasi ini di isi dengan beragam kegiatan seperti paduan suara, kesenian tradisional angklung, serta  pemberian sertifikat kepada 109 Desa yang telah 100 persen menggunakan sarana sanitasi jamban.(mn)