Terkait Ojek On line, Kadishub Klarifikasi Pernyataanya Untuk Pencerahan dan Melindungi Masyarakat

8 March 2018 15:24:28 WIB | dikirim oleh : -
DINAS PERHUBUNGAN

Dishub Kebumen, Kepala Dinas Perhubungan kabupaten Kebumen, Maskhemi Klarifikasi, atas pernyataanya bahwa “Keberadaan ojek on line ilegal”. ungkapan tersebut semata-mata dalam rangka pencerahan khususnya bagi pelaku jasa angkutan, dan perlindungan kepada masyarakat umumnya.

Demikian juga permintaan agar pengelola aplikasi Penarik (Driver) ojek online (ojol) Grab di Kebumen membuka kantor perwakilan, adalah dengan tujuan mudah dalam koordinasi apabila terjadi sesuatu yang tidak di kehendaki.

Kadishub, tidak melarang ojek online yang sudah ada di kebumen, tapi  karena dishub memiliki tugas fungsi pengawasan dan pengendalian dalam arti, paling tidak berusaha agar kebumen tetap kondusif.

Disatu sisi disadari perkembangan teknologi suatu keniscayaan dan dilain pihak suatu yg baru, agar tidak menimbulkan gejolak, Ini adalah bentuk kearifan lokal,.

Kadishub meminta agar masyarakat Kebumen, tetap terkendali dan menjaga kondusifitas, Pihak intern dishub Kebumen sendiri terus mengikuti perkembangan dan mengkaji aturan-aturan yang ada.

Pemerintah kabupaten tidak akan berani menerbitkan regulasi yang membolehkan beroperasinya layanan angkutan tersebut, apabila pemerintah di tingkat atasnya juga tidak membolehkan.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, aturan ini hanya mengatur peredaran taksi online di berbagai daerah di Indonesia.

Hingga saat ini, pemerintah belum juga mengatur peredaran ojek online,  dan angkutan ojek tak masuk dalam kategori angkutan umum sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. (Kin)