PEMBINAAN DAN SERAH TERIMA BANTUAN KANDANG DAN TERNAK KAMBING DI KECAMATAN KARANGGAYAM

23 October 2018 07:20:19 WIB | dikirim oleh : Indrayanto
DINAS PERTANIAN DAN PANGAN

PEMBINAAN DAN SERAH TERIMA BANTUAN KANDANG DAN TERNAK KAMBING DI KECAMATAN KARANGGAYAM

Kabupaten Kebumen memilik tingkat kemiskinan yang cukup tinggi, data pada BPS Tahun 2017 menunjukkan bahwa persentase kemiskinan di Kabupaten Kebumen berjumlah 19,6%, maka diperlukan terobosan melaui program dan kegiatan yang dapat mendukung pengentasan kemiskinan. Salah satu upaya yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen adalah memlalui bantuan kambing.

Kecamatan Karanggayam merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Kebumen yang memiliki tingkat kemiskinan tertinggi, dan dikarenakan kondisi wilayah yang cocok bila dikembangkan budidaya kambing, maka kegiatan bantuan kambing dalam rangka pengentasan kemiskinan pada tahun 2018 dilaksanakan di daerah ini.

Pada hari Senin tanggal 22 Oktober 2018 bertempat di Aula Kecamatan Karanggayam, dengan dihadiri oleh Tim TP4D Kabupaten Kebumen, Kanit Tipikor Satreskrim Polres Kebumen, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kepala Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk dan KB, Perwakilan OPD, Koramil, Camat Karanggayam, Kepala Desa, serta Pengurus dan Anggota KTT Calon Penerima bantuan di Kecamatan Karanggayam, dilaksanakan serah terima bantuan kambing kepada 6 kelompok tani ternak (KTT) di 4 desa, yaitu Desa Karanggayam (KTT Maju Makmur), Desa Penimpun ( KTT Sumber Makmur), Desa Karangtengah (KTT Maju dan KTT Berkah Lestari) dan Desa Karangmaja (KTT Mekarsari dan KTT Mekar Jaya). Kambing berjumlah 450 ekor (terdiri dari kambing jantan 90 ekor dan kambing betina 360 ekor) dan kandang kambing berjumlah 90 buah dengan perincian sebagai berikut : 1) Setiap KTT terdiri dari 15 Orang anggota, 2) Setiap anggota KTT memelihara ternak kambing 4 ekor betina dan 1 ekor jantan. Selain itu setiap anggota KTT mendapatkan 1 buah kandang dan setiap kelompok mendapatkan 1 paket hijauan pakan ternak.

Selain jumlah anggota kelompok harus berjumlah 15 orang, termasuk pengurus, tempat tinggal juga harus dalam satu desa, serta termasuk dalam penduduk Rumah tangga Miskin (RTM) kecuali pengurus. terdapat sharing dana sebesar 50 Juta rupiah/desa sesaui kesanggupan yang ditungkan dalam proposal, pengadaan ternak kambing dengan proses yang benar (Spesifikasi, HPS, Eartag/tanda telinga), Manajemen mengikuti kelompok yang telah terbentuk (Status asset, bagi hasil, pemeliharaan dll) dan pencatatan perkembangan asset harus dalam pemantauan desa, kecamatan dan Dina Pertanian dan Pangan.

Harapannya dengan kegiatan ini, minimal 1 tahun didapatkan 4 ekor anakan dari 4 ekor induk dari setiap anggota. Dengan pertumbuhan asset dari Sharing dana desa diharapkan perkembangan lebih cepat (baik ternak asset kelompok maupun jumlah RTM sasaran), dan kemudian terbentuknya asosiasi/paguyuban peternak kambing