Koperasi "Srikandi" Purworejo Studi Banding Ke Desa Wonoharjo

Thursday, 6 April 2017 / Daerah

KEBUMENKAB.GO.ID - Rabu pagi, 5 April 2017, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kebumen menerima kunjungan 4 (empat) orang tamu dari Koperasi “SRIKANDI” Kabupaten Purworejo. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan balasan, dimana beberapa hari yang lalu para peserta pelatihan Gula Semut dari Desa Wonoharjo Kecamatan Rowokele melakukan studi lapangan ke Koperasi “SRIKANDI” Purworejo. Maksud dan tujuan kunjungan kali ini adalah untuk melakukan observasi ke Desa Wonoharjo terkait dengan kemungkinan kerjasama pemasaran produk Gula Semut.

Setelah diterima secara resmi di kantor Dinas Perindag Kebumen oleh Sekretaris Dinas (Drajat Triwibowo), rombongan Koperasi “SRIKANDI” Purworejo, dengan didampingi Sekdin Perindag Kebumen, Kabid Pengembangan Perdagangan serta Kasi Industri Kreatif dan Inovatif serta staf, diantar langsung menuju ke Desa Wonoharjo Kecamatan Rowokele.

Dengan didampingi Kepala Desa Wonoharjo, rombongan Koperasi “SRIKANDI” Purworejo dan Dinas Perindag Kebumen mendatangi para pengepul serta para penderes gula kelapa. Banyak informasi didapatkan yang digali dari observasi tersebut. Tidak hanya tata niaga gula kelapa maupun gula semut beserta administrasinya, juga perkiraan jumlah penderes, proses produksi serta hasil produksi gula kelapa dan gula semut. Setelah dirasa cukup melakukan observasi lapangan, rombongan kemudian dipertemukan dengan pengurus dan anggota kelompok penderes gula kelapa “NIRA RAHARJO” Desa Wonoharjo.  

Dalam pertemuan tersebut, selain disampaikan selintas hasil observasi, juga disampaikan pula persyaratan yang harus dimiliki oleh penderes jika ingin produksi gula semutnya dipasarkan ke luar negeri, yakni harus organik dan bersertifikasi internasional. Dipaparkan oleh Koperasi “SRIKANDI”, selain kelembagaan dan kinerja selama ini dalam memasarkan Gula Semut ke manca negara, juga disampaikan pula bagaimana memproduksi Gula Semut organik, serta tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk mendapatkan sertifikat organik, termasuk biaya yang dibutuhkan.

Pertemuan berlangsung gayeng, diwarnai dengan berbagai pertanyaan dari para penderes gula kelapa. Kesemuanya itu menggambarkan begitu antusiasnya para penderes untuk meningkatkan kesejahteraannya.  (admin-dtw disperindag kebumen)