Kebumen Akan Luncurkan Kampung Garam

Wednesday, 18 September 2019 / Berita Terkini

KEBUMENKAB.GO.ID - Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) bakal meluncurkan Kampung Garam, tepatnya di Desa Miritpetikusan, Kecamatan Mirit. Launching Kampung Garam ini bersamaan dengan akan dilaksanakannya Peresmian Gedung/Unit Pengolahan Garam, Kampanye Gemar Ikan, Kampanye Tolak Plastik Sekali Pakai, dan bantuan ikan bagi 80 rumah tangga miskin di Kecamatan Bonorowo dan Mirit. Hal tersebut dikemukakan Kepala Dislutkan Kebumen La Ode Haslan didampingi Kepala Bagian Humas Setda Budi Suwanto saat temu wartawan di Gedung Press Centre, Rabu (18/9).

Peluncuran kampung garam ini rencananya akan dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Selasa 24 September 2019. "Kami berharap Ibu Menteri bisa hadir nanti untuk melaunching kegiatan tersebut. Kami sudah koordinasikan dengan Kementerian," ujar La Ode Haslan. Ia menambahkan, nantinya kampung garam tak hanya memproduksi garam konsumsi, tapi juga akan dijadikan sebagai bagian dari wisata edukasi dan terapi air garam. Bukan hanya di Desa Miritpetikusan, namun akan segera disusul desa-desa lainnya. Sejauh ini masterplan dan mapping masih dalam tahap persiapan.

Diketahui, produksi garam Kebumen memiliki kandungan Nacl 95,75% atau masih lebih baik dibanding produk garam dari daerah lainnya. Kedepannya di harapkan kandungan Nacl bisa mencapai 98% sehingga bisa dijadikan garam industri. Saat ini Kebumen sudah memiliki 11 kelompok petani garam yang menghasilkan 200 dari 1000 ton yang ditargetkan Pemerintah Kabupaten setiap tahunnya. Untuk mencapai target tersebut kelompok-kelompok petani garam akan terus dikembangkan, salah satunya dengan menyiapkan SDM melalui pembekalan/pelatihan. "Produk garam Kebumen sudah memiliki SNI dan tengah menunggu proses ijin edar. Target awal kita penuhi dulu pasar lokal. Karena kebutuhan garam kita masih belum tercukupi. Per tahun minimal 1000 ton garam sudah bisa mengisi pasar lokal dari total kebutuhan 2000 ton," ujar La Ode Haslan.(dpd)