Bupati Kebumen Kunjungi Geopark Kaldera Toba Di Samosir

Thursday, 31 October 2019 / Berita Terkini

KEBUMENKAB.GO.ID - Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara. Kunjungan tersebut untuk melakukan studi banding terkait pengelolaan geopark. 

Bupati dan rombongan diterima langsung oleh Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga, bersama sejumlah sejumlah pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Samosir serta sejumlah awak media di Kantor Bupati setempat, Rabu (30/10).

Turut mendampingi Bupati Yazid Mahfudz, Kepala BAP3DA Pudji Rahaju, Kepala Disporawisata Azam Fatoni, Kepala Diskominfo Cokroaminoto. Kemudian, Kepala BPKAD Dyah Woro Palupi, Kepala Bapenda Aden Andri Susilo, Staf Ahli Bupati Amin Rahmanurrasjid, Ketua Dekrasnada Kebumen Zuhroh Yazid Mahfudz serta Ketua Badan Pengelola Geopark Karangsambung-Karangbolong Djunedi Faturakhman dan tidak kurang dari 13 wartawan dari media cetak maupun elektronik, baik lokal, regional maupun media nasional.
Bupati Kebumen, menyampaikan Geopark Karangsambung-Karangbolong telah ditetapkan sebagai geopark nasional oleh pemerintah pusat pada 30 November 2018. Saat ini, sedang melakukan pembenahan untuk menuju Unesco Global Geopark. 

Kedatangan Bupati Kebumen ke Samosir untuk belajar cara pengeloaan geopark sehingga bisa menjadi Unesco Global Geopark pada 2021 mendatang.

Bupati Kebumen memaparkan, Geopark Karangsambung Karangbolong berada di kawasan seluas 543.599 kilometer pesegi, mencakup 117 desa di 12 kecamatan di Kebumen. Kawasan ini akan dikelola sebagai kawasan konservasi, edukasi dan ekonomi masyarakat. 
Dengan kunjungan Yazid Mahfudz berharap bisa diterapkan di Geopark Karangsambung-Karangbolong.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon, mengungkapkan kunci ditetapkannya Geopark Kaldera Toba sebagai Unesco Global Geopark adalah kebersamaan semua stakeholder yang ada disana. 
Bupati Samosir, Rapidin Simbolon
membeberkan sebelum berhasil naik status, Geopark Kaldera Toba mengalami tiga kali penolakan dari Unesco. Yaitu, pada 2012, 2015 dan 2017. Baru pada 2019 ini berhasil menjadi Unesco Global Geopark. Kunci keberhasilan tercapainya Unesco Global Geopark adalah kebersamaan semua stakeholder.

Kepala Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba Wilmar Elyachser Simandjorang, menambahkan  Pemkab Kebumen bersama Badan Pengelola Geopark harus lebih mengintensifkan sosialisasi geopark kepada masyarakat. Termasuk harus melibatkan pondok pesantren, dan lembaga pendidikan.

"Soasialisai harus lebih masif lagi kepada masyarakat luas. Bisa lewat masjid-masjid, termasuk harus menggandeng perguruan tinggi”. Simandjorang meyakini pada 2021 Geopark Karangsambung Karangbolong menjadi Unesco Global Geopark. (*)