Siswa SMK Tamtama Karanganyar Ciptakan Tempat Sampah Pintar

Friday, 21 February 2020 / Berita Terkini

KEBUMENKAB.GO.ID - Siswa SMK Tamtama Karangnyar Kabupaten Kebumen berhasil menciptakan tempat sampah pintar. Dengan tempat sampah pintar ini, para siswa dapat membuang sampah tanpa harus membuka penutup tempat sampah. Hal itu dikarenakan adanya sensor yang dapat membuka penutup tempat sampah secara otomatis ketika didekati orang.

Siswa yang tergabung dalam kelompok dari jurusan tehnik komputer jaringan dan tehnik kendaraan ringan ini berhasil menemukan ide kreatif yang mendapat dukungan dan bimbingan dari para guru. 

Dijelaskan Adi Priambodo, salah satu siswa, ia dan teman-temannya menciptakan tempat sampah pintar karena prihatin melihat banyak temannya yang membuang sampah diatas tutup tempat sampah. 

"Mereka malas harus membuka dan menutup tempat sampah," ujarnya.

Proses pembuatan tempat sampah pintar ini tidak memakan waktu lama. Bahan yang digunakan pun sangat mudah dicari di pasaran. Tempat sampah ukuran yang diinginkan, saklar, dan alat sensor.

Dukungan Sekolah

Ide kreatif para siswa ini diapresiasi Susilo Utomo selaku Kepala Sekolah SMK Tamtama Karanganyar. Menurutnya, ia dan para guru memang selalu mendorong anak untuk kreativ. Karena  menurutnya, ini akan menjadi modal para siswa kelak setelah menuntaskan belajarnya di sekolah. Mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan dengan banyaknya ide kreasi yang mereka ciptakan.  

"Saya selalu mendorong para siswa untuk berkreasi menciptakan peralatan tepat guna." katanya. 

Dijelaskan Susilo, bukan hanya kali ini para siswanya berhasil membuat sebuah karya cemerlang.Selain tempat sampah pintar, siswa SMK Tamtama Karanganyar sebelumnya juga  pernah menciptakan inovasi, yakni teknologi saklar yang tersambung ke HP melalui jaringan internet. Dengan teknologi tersebut, pemilik rumah dapat mematikan lampu rumah dari manapun hanya dengan membuka smartphone. Pihak sekolah juga tidak melarang siswanya menjual atau memasarkan kreasi cipataannya ke masyarakat umum. 

"Kami membebaskan siswa untuk berkarya, berkreasi. Mereka juga tidak kami persilahkan jika ingin menjual hasil karyanya ke masyarakat." jelas Susilo.(luk/dp)