Arsip Hilang, Aset Melayang

Friday, 10 July 2020 / Berita Terkini

WhatsApp Image 2020-07-10 at 1.16_.43 PM_.jpeg

KEBUMENKAB.GO.ID - Arsip hilang, aset melayang. Begitu slogan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Kebumen.  Karenanya, Disarpus terus bebenah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat umum maupun instansi pemerintah secara optimal melalui pengembangan Depo Arsip yang berada di Jl. Cendrawasih Panjer, sebagai pusat kearsipan Kebumen.

 

Kepala Disarpus Kebumen, Anna Ratnawati saat mendapat kunjungan rombongan Bupati usai berolahraga sepeda di Depo Arsip, Jumat (10/7)  mengatakatan, Depo Arsip ini memiliki 2 bangunan utama dengan 11 ruangan. Adapun 11 ruangan tersebut adalah ruang alih media, pengolahan data, arsip in-aktif, arsip statis, audio visual, pelayanan, pameran, preservasi, transit arsip, sekretariat dan ruang baca.

"Semua arsip tersebut bisa diakses dengan mudah. Karena kami sudah memiliki dua aplikasi yang setiap saat dapat digunakan oleh siapapun untuk mencari data. Dua aplikasi tersebut yakni Si Artis Buka Wajah atau sistem arsip statis membuka wawasan dan sejarah untuk masyarakat umum dan aplikasi SIKD atau Sistem Informasi Kearsipan Dinamis untuk layanan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)," ungkap Anna.

 

Anna berharap, keberadaan Depo Arsip ini bisa menjadi bagian dari catatan sejarah perjalanan Kabupaten Kebumen. Ada 14 pegawai yang selalu siap memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun OPD saat membutuhkan data apapun. Depo Arsip ini juga sudah terkoneksi dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)," jelas Anna.

Menurut Anna, arsip adalah bagian sangat penting untuk kehidupan siapapun. Arsip tak hanya sebagai dokumen negara yang harus diselamatkan, tetapi juga catatan sejarah yang harus dilestarikan.

"Kami harus selamatkan dan lestarikan arsip-arsip tersebut. Sebagimana slogan kami, "Arsip Hilang, Aset Melayang". Kami berharap semua pihak, baik pemerintah desa, kecamatan, OPD, maupun masyarakat lainnya dapat bekerjasama dengan baik untuk mengoptimalisasi kebermanfaatan Depo Arsip ini," tutup Anna. (*)