Kerap Bersentuhan Langsung Dengan Masyarakat, Dinsos PPKB Serahkan Bantuan Face Shield Untuk Petugas PPKBD Dan Sub PPKBD

Wednesday, 16 September 2020 / Berita Terkini

KEBUMENKAB.GO.ID - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DP3AP2KB ) Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan face shield dewasa untuk para bidan, penyuluh KB, PPKBD, Sub PPKBD serta mitra kerja.

Dijelaskan Kepala Dinsos PPKB Kabupaten Kebumen Eko Widiyanto saat berlangsung pertemuan rutin PPKBD dan Sub PPKBD di Kecamatan Alian, Rabu (16/9), bantuan dari provinsi ini akan diberikan ke semua bidan, penyuluh KB, PPKBD, Sub PPKBD serta mitra kerja di setiap kecamatan.

Menurut Eko,  bantuan yang diberikan merupakan bentuk perhatian pemerintah mengingat situasi pandemi dan para bidan, penyuluh KB, PPKBD, Sub PPKBD serta mitra kerja, karena mereka harus tetap menjalankan tugasnya ke seluruh pelosok desa wilayah. 

" Bentuk perhatian pemerintah agar semua tetap aman dalam menjalankan tugas," jelas Eko Widiyanto

Didampingi Satiya Birowo Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos PPKB, Eko Widiyanto juga menjelaskan bahwa total bantuan face shield yang diberikan dari pemerintah provinsi Jawa Tengah sebanyak 3000 (tiga ribu) buah.

" Bantuan ini diberikan karena para bidan, penyuluh KB, PPKBD, Sub PPKBD serta mitra kerja karena mereka setiap hari berinteraksi serta bersentuhan dengan masyarakat," jelas Eko

Ia berharap bantuan yang diberikan mampu mencegah penularan virus COVID-19. Termasuk meminimalisir penyebaran COVID-19 yang semakin hari semakin bertambah.

" Setiap kecamatan akan kami berikan sesuai jumlah bidan, penyuluh KB, PPKBD, Sub PPKBD serta mitra kerja yang ada," jelas

Penyerahan bantuan face shield secara simbolis kepada bidan, penyuluh KB, PPKBD, Sub PPKBD serta mitra kerja di Kecamatan Alian sebanyak 111 (seratus sebelas) buah, bersamaan dengan diserahkannya inventaris sepeda motor bagi penyuluh KB setempat.

Pada kesempatan itu Eko Widiyanto juga menyampaikan terkait dengan pendataan data penyandang disabilitas, dimana pihaknya akan memeinta bantuan dari sub PPKBD untuk melakukan pendataan.  

"Mereka yang paham wilayahnya, sehingga data akan lebih akurat," ujar Eko.  (luk/dp)