Soal Pembelajaran Tatap Muka, Pemkab Kebumen Belum Pastikan Dimulai Usai Lebaran

Wednesday, 28 April 2021 / Berita Terkini

KEBUMENKAB.GO.ID - Bupati Arif Sugiyanto menyatakan, pihaknya sampai saat ini belum bisa memutuskan Pembelaran Tatap Muka (PTM) akan dimulai usai lebaran. Hal tersebut disampaikan Bupati usai melaksanakan sholat tarawih dan silaturahmi di Masjid Nurul Ulum Dukuh Kenayan Desa Balingasal, Kecamatan Padureso, Selasa (27/4)

Bupati yang pada kesempatan itu hadir bersama Sekda Ahmad Ujang Sugiono beserta sejumlah Kepala dan  perwakilan OPD mengatakan, hingga kini kasus corona di Kebumen masih cukup tinggi. Hal itulah yang menjadi alasan kegiatan sekolah tatap muka belum bisa adakan.

"Jadi setiap kita akan memutuskan kegiatan sekolah tatap muka atau kegiatan yang sifatnya besar melibatkan orang banyak, pasti Satgas Covid-19  akan merapatkan dulu dengan bupati wakil bupati dan Forkompinda, baik dengan TNI dan Polri semuanya," ujar Arif.

Bupati menyampaikan, untuk memulai kegiatan PTM perlu banyak tahapan dan pertimbangan yang matang. Tidak bisa menerka-nerka dan tak bisa diputuskan begitu saja. Sebab, data angka kasus Covid-19 selalu berubah-rubah. Pihaknya pun meminta masyarakat untuk bersabar.

"Kita tidak bisa memprediksi dari sekarang. Setelah kita rapat. Kemarin sempat ada imbuan SMK dan SMA melakukan uji coba sekolah tatap muka, tapi ternyata karena kasus corona masih tinggi, uji coba belum bisa diadakan," jelasnya.

Tidal hanya itu, pihaknya juga masih menunggu program vaksinasi untuk guru dari pemerintah pusat. Pemerintah kabupaten sifatnya menunggu arahan dan intruksi dari pusat, karena program vaksinasi sepenuhnya ada dipusat. Arif pun berharap Kebumen ada penambahan vaksin. 

"Kalau vaksin guru sifatnya kita menunggu dari pusat, karena vaksin ini kan program dari pusat. Kita tidak bisa menentukan sendiri kapan waktunya, ini program nasional, menyeluruh. Kita hanya berharap Kebumen ada penambahan vaksin," ucapnya

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 di Kebumen, rata-rata perhari ada 14 orang terpapar dengan angka kematian 4,3% atau 314 orang. Ia pun mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, untuk menekan kenaikan jumlah kasu atau penyebaran virus.

Seperti Tarhim sebelumnya, diujung acara Bupati juga bekesempatan menyerahkan bantuan paket sembako serta kuis berkah Ramadhan berhadiah bagi masyarakat yang hafal lagu Lir Ilir dan panacasila.(kom/dp)