KEBUMEN – Gotong royong warga dan pembangunan infrastruktur berjalan beriringan di Kecamatan Buayan. Saat masyarakat Desa Adiwarno menjaga tradisi melalui Merti Desa, Pemerintah Kabupaten Kebumen tahun ini juga melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan untuk memperkuat akses dan mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
Merti Desa Adiwarno digelar Jumat (25/9/2026) dengan kirab 15 gunungan hasil bumi yang kemudian dinikmati bersama, dilengkapi doa lintas agama serta tradisi makan tenongan. Gunungan hingga hadiah dalam kegiatan tersebut disiapkan secara swadaya oleh warga.
Bagi warga, Merti Desa bukan sekadar agenda tahunan. Tradisi ini menjadi ruang untuk bersyukur, menjaga kerukunan, sekaligus mempertemukan masyarakat dalam semangat gotong royong.
Di tengah tradisi yang terus dipertahankan, kebutuhan warga terhadap akses yang lebih baik juga menjadi bagian dari pembangunan wilayah. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Kebumen memfokuskan sejumlah perbaikan infrastruktur di Kecamatan Buayan, termasuk ruas Jalan Rogodadi–Watukelir, Jatiroto–Banyumudal, Rogodono–Pringtutul, dan Banyumudal–Redisari.
Perbaikan jalan tersebut diarahkan untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung akses menuju kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan pembangunan infrastruktur perlu berjalan bersama dengan partisipasi masyarakat. Setelah fasilitas dibangun, warga diharapkan ikut menjaga dan merawatnya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Jalan yang sudah dibangun mari kita jaga bersama, karena yang paling merasakan manfaatnya adalah masyarakat sendiri,” ujar Lilis.
Pembangunan infrastruktur dan gotong royong warga menjadi dua bagian yang saling mendukung dalam memenuhi kebutuhan sekaligus menjaga kehidupan sosial masyarakat di Kecamatan Buayan.
